Dinamika Edukasi Dasar

Sekolah Dasar Eksperimental Mangunan

Awal mula SD Kanisius Mangunan berdiri pada tanggal 1 Agustus 1964 beralih menjadi SD Eksperimental Mangunan 23 Agustus 2021.

-SD Eksperimental Mangunan-

SD Kanisius Mangunan, berdiri sekitar 1993-1994 hampir tutup dikarenakan keterbatasan jumlah murid. Dengan dasar Rm Mangunwijaya dengan idealismenya tentang pentingnya pendidikan dasar, maka beliau berjuang mempertahankan sekolah SD Kanisius Mangunan dengan cara mencari siswa dari rumah ke rumah, dan menjalin mitra dengan lembaga yang membantu pendanaannya. Termasuk juga bermitra dengn Menteri Pendidikan kala itu, Wardiman Djoyonegoro.

Sepeninggal Rm Mangun, sempat tidak menerima siswa, namun kemudian kembali bergeliat dan mulai dibuka untuk umum agar dapat terjadi subsidi silang untuk pembiayaannya.

TAHU LEBIH DEKAT TENTANG

SD EKSPERIMENTAL MANGUNAN

Telp.: (0274) 2854070

Whatsapp: 08962390973

Sistem Pendaftaran Peserta Didik

  1. Bagaimana Alur Pendaftaran di SD Eksperimental Mangunan?

Pendaftaran di SDE Mangunan melalui langkah indent siswa terlebih dahulu. Bapak dan Ibu bisa mengisikan data indent siswa dengan langkah berikut:

  1. Bagaimana syarat dan kriteria menjadi siswa baru/ siswa pindahan di SDE Mangunan?

SDE Mangunan hanya menerima siswa baru atau pindahan di setiap awal tahun pelajaran saja dengan memperhatikan beberapa hal:

SISWA BARU:

SISWA PINDAHAN:

  1. Apakah SDE Mangunan menerima siswa berkebutuhan khusus?
    • SDE Mangunan menerima siswa berkebutuhan khusus dengan kuota maksimal 2 siswa setiap kelas. Apabila di kelas yang akan siswa tuju kuota siswa sudah penuh, maka SDE Mangunan tidak menerima siswa pindahan pada tahun pelajaran tersebut.
    • Siswa berkebutuhan khusus wajib melampirkan hasil asesmen kekhususan dari lembaga berwenang dan menyertakan rekomendasi apa yang perlu diupayakan orangtua dan guru (sekolah) untuk perkembangan siswa.
    • Orangtua bersedia menyediakan pendamping khusus selama proses belajar mengajar.
    • Orang tua membuat kesepakatan dengan sekolah untuk perkembangan siswa.
    • Di akhir kelas 5 orang tua bersama sekolah mengadakan kesepakatan khusus mengenai keikutsertaannya dalam ujian yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, dilihat dari hasil nilai akademis kelas 1-5.
    • Jika dalam proses pembelajaran di sekolah ditengarai bahwa siswa memiliki kebutuhan khusus, orangtua bersedia mengkonsultasikan kepada lembaga yang berwenang dan melaksanakan rekomendasi yang diberikan lembaga tersebut.

Kegiatan Belajar Mengajar

  1. Kurikulum apa yang dipakai di SDE Mangunan?
    • SDE Mangunan adalah sekolah formal. Konsekuensi logisnya, SDE Mangunan mengikuti aturan pemerintah dalam hal penerapan kurikulum. SDE Mangunan menerapkan Kurikulum Merdeka dengan tipe Merdeka Berbagi, yaitu mengembangkan kurikulum khas sekolah. SDE Mangunan menerapkan kurikulum anak yang dahulu dieksperimentasikan oleh Y.B Mangunwijaya untuk pendidikan dasar Indonesia yang disebut dengan Pohon Kurikulum Mangunwijaya. Kurikulum ini mengembangkan tujuh modal dasar anak (karakter, bahasa, orientasi diri, logika kuantitatif, peranti, kerja sama, dan olahraga) untuk mewujudkan anak yang berjiwa ekspsloratif, kreatif, dan integral.
    • SDE Mangunan melakukan pembelajaran dalam tiga metode, yaitu pembiasaan, pembelajaran berbasis proyek, dan pelajaran. Pembiasaan dilakukan untuk mewujudkan nilai-nilai luhur dan spiritualitas anak melalui praktik hidup baik dan pembelajaran khas Mangunan (komunikasi iman, membaca buku bagus, dan kotak pertanyaan). Pembelajaran berbasis proyek dirancang agar siswa aktif dalam membuat keputusan, merancang solusi, bertanggung jawab mencari dan mengelola informasi, dan merefleksikan apa yang mereka lakukan. Dalam pembelajaran berbasis proyek, proyek menjadi pusat atau inti kurikulum, bukan pelengkap kurikulum. Proyek mendorong siswa pada tingkat eksplorasi, kreasi, dan integral (dapat diterapkan dalam kehidupan di lingkungannya). Pelajaran adalah materi regular dan membaca, menulis, berhitung sebagai keterampilan dasar anak mengelola pengetahuan.
    • Berdasarkan Pohon Kurikulum yang dibuat oleh Rama Mangun, pembelajaran regular yang dimaksud antara lain bahasa, ilmu pengetahuan sosial, matematika, dan sains. Pelaksanaan pembelajaran regular mengacu pada berbagai teori perkembangan anak dan dikontekstualkan sesuai dengan lingkungan tempat anak belajar.
  1. Berapa jumlah siswa per kelas di SDE Mangunan?

Pengaturan jumlah siswa per kelas sebagai berikut:

No.KelasJumlah SiswaJumlah Pararel KelasTotal Kuota Siswa
1.Kelas 1 – 425 siswa/ kelas3 paralel kelas75 siswa/ jenjang kelas
2.Kelas 5 – 625 siswa/ kelas2 paralel kelas50 siswa/ jenjang kelas
  1. Seperti apa waktu belajar di SDE Mangunan?
  1. Apa kekhasan pembelajaran di SDE Mangunan?

Untuk mewujudkan anak yang memiliki jiwa eksploratif, kreatif, dan integral, sekolah menempuh upaya mengadakan eksperimentasi pelajaran khas yang dilakukan di SD Eksperimental Mangunan yaitu Membaca Buku Bagus, Komunikasi Iman, Musik Pendidikan, Majalah Meja, dan Kotak Pertanyaan.

Kegiatan membaca buku bagus bisa dilakukan dengan anak mendengarkan guru membacakan buku. Jenis buku yang dipilih untuk dibacakan haruslah yang mengasyikkan, tentang penemu besar, cerita tentang orang yang pantang menyerah kepada nasib, para pahlawan (kecuali pahlawan perang), tabib, peneliti, ahli teknik, para petualang (misalnya Marco Polo, Captain Cook, Columbus, Magelhaen). Bisa juga dipilih buku-buku tentang pahlawan kemanusiaan, misalnya Dr. Darmawan (pengembang Rumah Sakit Kapal), Nightingale (perawat sederhana tetapi pemberani); Ibu Kartini; Pendiri Palang Merah Indonesia-Walanda maramis; Ibu Nasution (pejuang kaum perempuan), Riwayat Ki Hadjar Dewantara; Mohammad Hatta; Sutan Sjahrir; Rama Van Lint, SJ; Santa Elizabeth dari Thueringen (isteri raja yang cinta kaum miskin); Ibu Teresa di Kalkuta, Rama Don Bosko (pendidik remaja terlantar), dan sebagainya.

Kadang-kadang bisa juga dipilih buku cerita murni yang bagus dan mengharukan, jenaka, gembira, penuh misteri, menegangkan dan mengasyikkan.

Di SDE Mangunan tidak ada pembelajaran agama secara khusus namun melalui Komunikasi Iman. Di Komunikasi Iman anak belajar untuk memiliki sikap-dasar yang benar, hati nurani yang peka terhadap segala yang baik, adil dan benar: suka menolong, suka membuat orang lain gembira. Memiliki watak yang menolak segala yang buruk, merugikan, tidak adil, dusta, korup, dsb. Menggugah rasa syukur dan sikap kagum terhadap segala makhluk alam semesta, senantiasa memuji Tuhan dengan cara agama masing-masing.

Pendidikan musik berorientasi pada keterampilan bermain alat musik, sedang Musik Pendidikan adalah pendidikan manusia seutuhnya. Musik pendidikan mengajarkan kepada anak bahasa musik. Anak belajar bahasa musik dengan cara: mendengar, meniru, melihat, dan merasakan secara langsung. Untuk dapat berbahasa musik diperlukan lingkungan musikal agar anak menjadi biasa dan tidak merasa asing.

Literasi pustaka adalah proses capaian untuk pemekaran diri anak, anak diarahkan ke pembiasaan/ iklim belajar untuk menumbuhkan pengetahuan baru, memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan membentuk daya kritis anak. Dalam prosesnya anak diajak mencari referensi pustaka di perpustakaan, mencerna dengan  membaca saat jam perpustakaan berlangsung atau membaca hening 15 menit di pagi hari. Anak diajak merefleksikan dari proses membaca tersebut, apa yang didapat, dampaknya seperti apa untuk diri dan orang lain. Sehingga Literasi pustaka tidak sekedar membaca saja akan tetapi ada tindak lanjut yang mendalam sampai anak memahami kenapa memilih dan membaca buku tersebut. Dari proses tersebut diharapkan anak memiliki daya kritis dan suka mencari/ bereksperimen, sehingga memiliki produk/ artefak.

Setiap anak dibebaskan untuk bertanya apa pun yang ingin mereka ketahui. Pertanyaan yang diajukan hendaknya pertanyaan yang di luar pelajaran formal mata pelajaran di sekolah. Pada setiap kelas disediakan kotak, anak boleh memasukkan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk tertulis ke dalam kotak pertanyaan yang telah disediakan. Setiap anak wajib merumuskan pertanyaan minimal satu dalam satu minggu. Pada hari yang telah disepakati, Kotak Pertanyaan akan dibuka dan dibahas bersama dengan guru. Dalam membahas/ menjawab pertanyaan yang diajukan anak, guru tidak langsung memberikan jawabannya. Pertanyaan yang muncul dilontarkan terlebih dahulu kepada audience (kelas) untuk dijawab oleh siswa Iain. Guru hanya tinggal melengkapi jawaban yang diberikan oleh anak. Saat membacakan pertanyaan di depan kelas, sekaligus guru mengoreksi rumusan pertanyaan yang dibuat anak, sehingga dari waktu ke waktu keterampilan bertanya anak semakin dikembangkan. Anak juga bisa diajak untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu dengan cara menanyakan kepada orang lain (orang tua, kakak, paman, bulik, atau orang dewasa lain yang dapat mereka temui di luar sekolah).

  1. Apakah sekolah memiliki program ekstrakurikuler?

Ya. SDE Mangunan pada tahun pelajaran 2022/2023 ini memiliki 10 pilihan ekstrakurikuler atau yang disebut dengan kelas ekspresi. Kelas ekspresi ini dapat diikuti oleh siswa kelas 1-6 dan dengan memilih salah satu, macam pilihan kelas ekspresi antara lain: karawitan, tari, musik ansambel, lukis, teater, menulis kreatif, kriya, paduan suara, fotografi dan cooking class philosophy.

  1. Bagaimana penerapan tata tertib di sekolah?
    • Penerapan tata tertib di SDE Mangunan berdasarkan peraturan sekolah yang disosialisasikan kepada orangtua dan peserta didik di awal tahun pelajaran.
    • Setiap kelas memiliki kesepakatan masing-masing yang dibuat oleh anak bersama guru kelas.
  1. Kemana lulusan SDE Mangunan melanjutkan jenjang pendidikannya?

Lulusan SDE Mangunan melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah baik negeri maupun swasta. Lulusan dari SDE Mangunan mendapatkan prioritas untuk melanjutkan ke SMP Eksperimental Mangunan.

Layanan Pendukung

1.Bagaimana pembiayaan di SDE Mangunan?

Pembiayaan di SDE Mangunan menerapkan prinsip subsidi silang. Besar biaya ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama antara orangtua dengan sekolah saat kegiatan wawancara awal tahun pelajaran baru.

Biaya sekolah ada beberapa macam:

2. Apakah ada beasiswa di SDE Mangunan?

3. Fasilitas apa yang tersedia di SDE Mangunan?

Sekolah dilengkapi dengan ruang belajar yang nyaman, ruang perpustakaan yang terdapat buku yang menarik dan dapat dipinjam siswa, ruang komputer yang nyaman dan mencukupi kapasitas untuk siswa satu kelas, masing-masing kelas memiliki kamar mandi/ toilet, telepon/ HP sekolah yang dapat digunakan siswa untuk menghubungi orang tua, pendopo yang luas dapat digunakan untuk kegiatan belajar siswa, halaman yang cukup untuk kegiatan bermain siswa di luar kelas, lahan per kelas yang dapat digunakan untuk menanam di tiap kelas, ruang audio visual, kantin, dan UKS (unit kesehatan sekolah).

Exit mobile version