7 (Tujuh) Modal Dasar

Menurut YB Mangunwijaya, manusia yang berkembang secara utuh minimal dalam hal 7 modal dasarnya yaitu: Karakter, Bahasa, Orientasi diri, Logika Kuantitatif, Peranti, Kerjasama dan Olah Raga.

  1. Karekter : Dunia sikap, ketakwaan, mental, spiritual. Kepandaian, keterampilan, kerajinan masih “netral” untuk diapakan dan digunakan demi apa, ke arah mana. Barulah sikap si mitra didiklah yang menentukan arah. Misalnya: untuk apa kita menghabiskan uang rakyat membiayai sarjana pandai tetapi dia lari ke luar negeri dan sebagainya. Karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak.
  2. Bahasa: Bahasa tidak terbatas pada penguasaan keterampilan berbahasa nasional dan asing tertentu. Lebih luas, modal bahasa adalah penguasaan kemampuan berkomunikasi. Ini juga demi pencapaian jenis-jenis informasi yang dibutuhkan. Menguasai bahasa adalah menguasai budaya bangsa yang bersangkutan. Pengembangannya dapat melalui kemampuan berpikir (membaca, menulis, mendengar, mengarang dan ekspresi lain.
  3. Orientasi Diri : Koordinat pengkiblatan diri dalam dimensi mental/spiritual dan dimensi fisik. Hal ini dapat berupa penghaatan sejarah, ilmu bumi sosial, lingkungan hidup, flora dan fauna, serta ekologi. Orientasi diri berarti melihat, meninjau dan mengenal diri sendiri, mengenal siapa diri dan keberadaan (eksistensi) diri.
  4. Logika Kuantitatif : Wilayah aritmatika dan matematika awal bukan sebagai ilmu, melainkan demi penumbuhan joy of clear and exact thinking dan kesadaran akan kegunaan dalam hidup sehari-hari. Logika kuantitatif adalah penalaran yang ilmiah dan empiris terukur.
  5. Peranti : Wilayah dunia benda dan hukumnya. Insight into beauty of nature and it’s laws yang mengejawantah dalam alat-alat dan hal-hal lain yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Peranti adalah kemampuan memahami, memanfaatkan dan mengembangkan alat, perkakas, bahan beserta hukum alam (fisika) yang mendasarinya.
  6. Kerjasama : Membentuk tim dan berorganisasi tidak demi prestasi melainkan kegembiraan, keyakinan bahwa sahabat, rekan, teman seperjuangan itu indah dan menenangkan dan efisien. Kerjasama bukan untuk hanyut dalam kolektivitas namun justu memperdalam personality. Dalam kerjasama, suatu kegiatan yang punya tingkat-tingkat berbeda dari mulai tahap koordinasi hingga terbentuknya kolaborasi di suatu kegiatan bersama atau tujuan bersama namun tetap menegaskan peran dan pengembangan personal.
  7. Olah Raga : Penghayatan terhadap mens sana in corpore sano (jiwa yang sehat dalam badan yang sehat), khususnya jiwa fair play dan perwujudan dimensi homo ludens. Modal olah raga juga menegaskan perlunya gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh.”

 

Scroll to Top