SD EKSPERIMENTAL MANGUNAN GO

SD Eksperimental Mangunan Go merupakan Sekolah Dasar yang terletak di Jl. Pangeran Diponegoro No. 50, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233.
SD Eksperimental Mangunan Go merupakan nama sekolah baru yang dulunya adalah SD Kanisius Gowongan dan sekarang telah bergabung dengan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED).

Sekolah ini memiliki keistimewaan yang telah dilakukan setiap tahun yaitu kegiatan apresiasi kreasi seni yang melibatkan siswa-siswi, guru, karyawan, maupun lingkungan masyarakat sekitar.
Tahun 2022 ini, SD Eksperimental Mangunan Go mengadakan acara yang dikemas dengan kolaborasi musik band, gamelan, dan Sendratari.
Dalam unggahan video di Youtube SD Eksperimental Mangunan Go, Romo Basillius Edy Wiyanto, Pr (Kepala Kantor Yayasan Dinamika Edukasi Dasar) menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 Februari 2022 di Sanggar Kendalisadha dan Sekolah Eksperimen Mangunan merupakan “kolaborasi menghasilkan kreasi, hati peduli mewujudkan apresiasi, dan kolaborasi sebagai langkah pembaharuan semangat serta praksis pembelajaran di SD Eksperimental Mangunan Go.”
Hasil kreasi yang ditampilkan ini diwujudkan melalui proses kolaborasi dengan suguhan tarian (Sendratari), gamelan, dan musik band.
Kreativitas ini melibatkan banyak orang yaitu guru dan anak-anak, orang tua, dan dengan tokoh seniman (Ki Dalang Udreka dan Pelawak Yati Pesek), serta tokoh masyarakat. Di samping itu, acara ini juga dihadiri oleh Dinas Kebudayaan Bantul yang sangat mengapresiasi melalui sambutannya.

Kolaborasi kreasi seni ini telah mewujudkan mimpi dalam dunia pendidikan yang tidak hanya menekankan dalam aspek kognisi saja. Namun, anak bergerak untuk mengolah rasa yang menuntunnya untuk memiliki kehendak/kemauan sehingga memiliki jiwa untuk menciptakan suatu kreativitas yang penuh eksplorasi.
Kolaborasi ini juga mewujudkan mimpi dunia pendidikan untuk terus-menerus mempertahankan, menghidupkan budaya-budaya yang ada di lingkungan sekitar. Artinya, semakin maju perkembangan zaman saat ini, budaya tetap ada dan bertahan untuk generasi kedepannya. Bukan semakin dihilangkan, dirusak bahkan dimusnahkan.
Sebagaimana yang telah ditayangkan dalam youtube, Ibu Suprapti, M.Pd (Pengawas SD se-Kemantren Jetis Disdikpora Kota Yogyakarta) memberikan apresiasi kepada SD Eksperimental Mangunan Go yang telah melibatkan kreativitas guru dan anak-anak, seniman, maupun tokoh masyarakat yang menanamkan cinta budaya daerah sesuai dengan visi sekolah dimana berkarakter unggul, cinta sesama, dan lingkungan.

Istilah srawung dipahami dalam konteks pendidikan merupakan proses belajar atau ’sinau’ yang mengajak seluruh pribadi semakin memiliki jiwa eksplorasi, kreatif, dan integral.
Dalam unggahan di Instagram (dinamika_edukasidasar) menegaskan bahwa semua orang diajak untuk srawung sesarengan melalui sebuah karya yang melibatkan nalar, mengolah rasa, mewujudkan pada cipta, dan membawa pada kehendak untuk bergerak (bawa).
Srawung sesarengan yang mengkolaborasikan antara proses belajar anak dengan orangtua, guru, seniman musik, dan masyarakat menjadi sebuah karya dan kreativitas baik dalam pendidikan, sosial, serta budaya.
Penulis:
Bagas, Clara, Galih, dan Thomas
