Napak Tilas Wastu Citra

Halo Sobat Mangunan! Yuk kita bahas lagi mengenai Romo Mangun.

Romo Mangun ternyata dikenal sebagai seorang Arsitek yang memiliki ciri khas yang spesifik, lho! Menurut Romo Mangun, untuk membuat sebuah konstruksi tidak hanya memerlukan aspek estetika saja, tapi juga harus memiliki fungsi yang jelas. Suatu bangunan harus punya nilai, filosofi dan kegunaan bagi manusia. Hal ini ternyata banyak dibahas di buku yang ditulis oleh Romo Mangun yang berjudul ‘Wastu Citra’. Dalam buku tersebut, banyak dijelaskan mengenai penjelasan secara konkret tentang bagaimana pandangan Romo Mangun terhadap dunia Arsitektur dan menekankannya secara kontekstual.

Dalam buku tersebut, banyak dibahas mengenai contoh dari praktik Arsitektur yang dilakukan oleh Romo Mangun. Salah satu contoh dari bangunan yang dibuat beliau adalah The Kuwera House, yang merupakan tempat tinggal Romo Mangun ketika beliau tinggal di Jogja. Saat itu beliau tengah membantu warga sekitar Kali Code, Kedungombo dan Grigak. Sehingga, The Kuwera House menjadi basecamp bagi Romo Mangun dan para sukarelawan berkumpul. The Kuwera House dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi tempat sangat bermanfaat untuk tinggal dan bahkan bekerja.

Lalu juga Kampung Code yang berlokasi di Kota Baru, Yogyakarta. Pada dasarnya, Kali Code memiliki kontur tanah yang curam. Namun, Romo Mangun berhasil mengubahnya menjadi Kampung Code yang awalnya kumuh menjadi kawasan yang rapi dan indah.

Selain itu, Romo Mangun juga berkontribusi dalam pembangunan Gereja Katolik St. Maria Assumpta di Klaten,  Jawa Tengah.  Gereja tersebut dibangun di tengah masyarakat dengan tujuan untuk mengumpulkan semua orang tanpa memikirkan status, suku, ras dan kultur mereka. Konstruksi dari gereja tersebut juga didominasi dengan bentuk segitiga dan kotak yang bisa dilihat dari bagian luar gereja. Terdapat juga beberapa konsep abstrak yang memanifestasikan Roh Kudus hadir diantara yang datang.

Hingga yang paling familiar adalah Tempat Peziarah Gua Maria Sendangsono yang terletak di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo. Pada saat itu, Romo Mangun diminta oleh Keuskupan Agung untuk membangun tempat peziarahan yang indah. Maka, dengan penuh tanggung jawab, Romo Mangun membangun sebuah tempat peziarahan Gua Maria Sendangsono yang terkesan estetik, original dan penuh makna.

Maka, dari berbagai tempat yang dirancang dengan indah oleh Romo Mangun kita bisa melihat berbagai makna yang tersusun dalam bagunan tersebut. Beliau selalu mendasari bahwa membangun sebuah tempat harus selalu bisa mengangkat derajat dan martabat manusia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top